Rabu, 11 Maret 2026

Kemenag Kabupaten Tasikmalaya Dorong Guru PAI Naik Level Kompetensi dan Kebersamaan


Kabupaten Tasikmalaya, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya melalui Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) melaksanakan kegiatan pembinaan sekaligus pembagian rekening bagi 97 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 2 Tahun 2025 LPTK UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada Rabu (11/3/2026) di Aula Kemenag Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Seksi PAIS Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si., beserta jajaran Seksi PAIS serta guru PAI yang menjadi peserta kegiatan.

Dalam arahannya, Kepala Seksi PAIS menjelaskan bahwa pembagian rekening bagi guru PAI lulusan PPG tidak direncanakan secara khusus untuk dilaksanakan pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Menurutnya, waktu pelaksanaan kegiatan tersebut lebih dipengaruhi oleh proses administrasi dan regulasi yang berkaitan dengan pengelolaan anggaran.

Beliau menjelaskan bahwa pada awalnya terdapat rencana penundaan kegiatan karena adanya informasi dari pemerintah pusat bahwa pembayaran bagi lulusan PPG tahun 2025 masih menunggu tambahan anggaran. Proses penyesuaian anggaran tersebut diperkirakan membutuhkan waktu beberapa bulan karena mekanisme penganggaran mengikuti dokumen Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang telah ditetapkan setiap tahun. 

Kepala Seksi PAIS juga menyampaikan bahwa kebutuhan anggaran untuk pembayaran tunjangan profesi guru PAI di Kabupaten Tasikmalaya mencapai sekitar puluhan miliar rupiah dalam satu tahun. Setelah anggaran tersedia, proses pencairan tidak dapat langsung dilakukan karena harus menunggu petunjuk teknis yang mengatur mekanisme penyaluran. Beliau menyebutkan bahwa petunjuk teknis tersebut biasanya terbit pada pertengahan tahun, namun pada tahun ini terbit lebih awal sehingga proses administrasi dapat dipersiapkan lebih cepat.

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mendorong para guru PAI untuk terus meningkatkan kompetensi profesional, khususnya dalam kemampuan membaca Al-Qur’an. Berdasarkan hasil asesmen program Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) yang telah dilakukan sebelumnya, masih terdapat guru yang berada pada tingkat pratama sehingga perlu terus meningkatkan kemampuan hingga mencapai tingkat mahir. Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur’an secara fasih dan sesuai kaidah tajwid merupakan kompetensi mendasar yang harus dimiliki oleh seorang guru PAI.

Selain itu, Kepala Seksi PAIS mengingatkan pentingnya menjaga sikap saling menghargai di tengah adanya perbedaan kebijakan dalam berbagai program peningkatan kompetensi guru. Perbedaan pola pembiayaan maupun mekanisme program di berbagai periode kebijakan diharapkan tidak menimbulkan perbandingan yang kurang sehat di antara sesama guru. Perubahan kebijakan, menurutnya, merupakan bagian dari dinamika regulasi yang telah dirancang oleh pemerintah sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pada setiap periode.

Beliau juga mengajak para guru untuk menjadikan kesempatan yang ada sebagai bentuk syukur dengan meningkatkan kualitas pengabdian. Dalam penjelasannya, ia mengutip konsep dalam kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali yang membagi manusia ke dalam tiga golongan, yaitu golongan orang yang selamat (salim), golongan orang yang beruntung (rabih), dan golongan orang yang merugi (khasir).

Guru PAI diharapkan tidak hanya berada pada tingkat selamat dengan sekadar menjalankan kewajiban mengajar, tetapi mampu mencapai tingkat yang lebih tinggi dengan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam organisasi profesi, dukungan terhadap kebijakan pendidikan, serta kontribusi nyata dalam pengembangan pendidikan agama Islam.

Beliau menambahkan bahwa kondisi ketersediaan anggaran di setiap daerah tidak selalu sama. Beberapa daerah bahkan masih menunggu proses pencairan untuk program PPG tahun 2025. Oleh karena itu, pencairan yang dapat dilakukan di Kabupaten Tasikmalaya diharapkan dapat disyukuri sebagai bagian dari upaya pelayanan yang terus dioptimalkan.

Sebagai penutup, Kepala Seksi PAIS menyampaikan harapan agar pertemuan tersebut dapat memperkuat komunikasi antara para guru PAI dengan Seksi PAIS Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya. Beliau juga membuka ruang komunikasi bagi para guru untuk menyampaikan masukan atau kendala secara langsung kepada Seksi PAIS sehingga solusi yang diberikan dapat lebih tepat dan konstruktif.

Setelah kegiatan pembinaan selesai, acara dilanjutkan dengan pembagian rekening kepada para guru PAI lulusan PPG yang dipandu langsung oleh pihak Bank BJB Syariah guna mendukung kelancaran proses administrasi penyaluran hak-hak guru ke depan.

Tak Hanya Mengajar, Guru PAI Didorong Berkontribusi bagi Pendidikan Agama di Kabupaten Tasikmalaya

 

Kabupaten Tasikmalaya, Sebanyak 71 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan Batch 1 Tahun 2025 LPTK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti kegiatan peningkatan kompetensi guru PAI sekaligus pembagian rekening pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si, beserta jajaran staf Seksi PAIS. Pertemuan tersebut juga menjadi momentum penguatan komunikasi dan pembinaan bagi para guru PAI yang telah menyelesaikan program PPG.

Dalam arahannya, Kepala Seksi PAIS menyampaikan refleksi mengenai peran dan tanggung jawab guru melalui pemaparan konsep yang terdapat dalam kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali. Dalam kitab tersebut dijelaskan bahwa manusia dapat dikelompokkan dalam tiga tingkatan, yaitu golongan orang yang selamat (salim), golongan orang yang beruntung (rabih), dan golongan orang yang merugi (khasir).

Beliau menjelaskan bahwa golongan salim adalah mereka yang menjalankan kewajiban serta menjauhi larangan. Sementara itu, golongan rabih merupakan tingkatan yang lebih tinggi karena tidak hanya melaksanakan kewajiban dan menjauhi larangan, tetapi juga berupaya menunaikan amalan-amalan sunnah. Adapun golongan khasir adalah mereka yang lalai terhadap kewajiban dan justru melakukan hal-hal yang dilarang.

Lebih lanjut disampaikan bahwa guru PAI diharapkan tidak hanya berada pada tingkat selamat, tetapi mampu mencapai tingkat yang lebih tinggi dengan terus berlomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat). Hal tersebut dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam, baik di lingkungan sekolah maupun dalam mendukung pembangunan pendidikan di daerah.

Selain itu, beliau juga mengingatkan pentingnya keterlibatan aktif para guru dalam berbagai program pembinaan dan forum komunikasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Partisipasi aktif dinilai penting agar informasi kebijakan dan program pembinaan dapat tersampaikan dengan baik serta dapat diimplementasikan secara optimal di lingkungan pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa kebijakan pemerintah dalam pengembangan profesi guru terus mengalami perubahan seiring dengan perkembangan regulasi. Oleh karena itu, para guru diharapkan dapat memahami dinamika kebijakan tersebut secara bijak serta menjaga sikap saling menghargai di antara sesama guru yang mengikuti berbagai skema program yang pernah berlaku.

Kepala Seksi PAIS juga mengajak para guru untuk terus meningkatkan ikhtiar dan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai pendidik, serta tidak berhenti pada zona nyaman dalam menjalankan profesi. Melalui semangat kebersamaan dan soliditas yang telah terbangun, diharapkan para guru PAI dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi peningkatan mutu pendidikan agama Islam.

Setelah rangkaian pembinaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian rekening bagi 71 guru PAI lulusan PPG. Proses pembagian rekening tersebut dipandu langsung oleh pihak Bank BJB Syariah (BJBS) untuk mempermudah proses administrasi yang berkaitan dengan penyaluran hak-hak guru ke depan.



Kamis, 05 Maret 2026

Berkasih Al-Qur’an di Bulan Ramadan, Guru PAI TK Kabupaten Tasikmalaya Ikuti Pendampingan TBQ Lanjutan

 


Kabupaten Tasikmalaya, Forum Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Taman Kanak-Kanak (FKG PAI TK) Kabupaten Tasikmalaya menyelenggarakan kegiatan pendampingan Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) lanjutan bagi guru PAI jenjang TK pada Rabu, 5 Maret 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut mengusung tema “Berkasih Al-Qur’an di Bulan Ramadan: Mengaji dengan Cinta, Bahagia Sepanjang Usia.”

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 60 guru Pendidikan Agama Islam jenjang TK di Kabupaten Tasikmalaya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si., Ketua Pokjawas PAI, serta pengawas PAI jenjang TK.

Dalam sambutannya, Kepala Seksi PAIS menyampaikan bahwa program Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) merupakan bagian dari tindak lanjut atas surat imbauan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat terkait optimalisasi pelaksanaan program TBQ. Program ini memiliki landasan kebijakan yang jelas dan menjadi salah satu prioritas dalam pembinaan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus FKG PAI TK Kabupaten Tasikmalaya yang dinilai responsif dalam menindaklanjuti imbauan tersebut melalui penyelenggaraan kegiatan pendampingan bagi para guru. Menurutnya, inisiatif tersebut mencerminkan komitmen dan semangat para guru PAI dalam meningkatkan kompetensi diri, khususnya dalam penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan bagian dari identitas utama seorang guru PAI yang perlu terus dikembangkan dan diperkuat. Oleh karena itu, forum-forum profesional seperti FKG PAI dinilai memiliki peran penting sebagai ruang interaksi, berbagi pengalaman, serta saling melengkapi dalam meningkatkan kompetensi guru. Beliau juga mendorong para guru untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan pendidikan agama yang terbaik kepada peserta didik.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber, H. Yayan Ali Sopyana, S.Pd.I., yang juga merupakan guru PAI jenjang TK dan telah beberapa kali meraih prestasi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Dalam sesi tersebut, narasumber menyampaikan materi terkait tajwid dan makharijul huruf serta memberikan contoh pembacaan Al-Qur’an yang kemudian diikuti oleh para peserta.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pendampingan TBQ lanjutan. Pada sesi ini, para peserta dibagi ke dalam lima kelompok dengan masing-masing kelompok didampingi oleh seorang pendamping. Para guru diminta membaca Al-Qur’an secara bergiliran, kemudian pendamping memberikan penilaian serta masukan terhadap bacaan yang disampaikan.

Hasil penilaian dari pendampingan tersebut direncanakan akan menjadi dasar dalam menentukan langkah pembinaan lanjutan bagi para guru PAI di Kabupaten Tasikmalaya. Hal ini dilakukan sebagai upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kompetensi membaca Al-Qur’an bagi guru PAI.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru Pendidikan Agama Islam semakin termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an serta memperkuat peran mereka dalam membangun kualitas pendidikan agama di lingkungan sekolah.






Popular Posts