Senin, 04 Mei 2026

Ajang Talenta Murid Kabupaten Tasikmalaya 2026 Resmi Dibuka, Pentas PAI Jadi Wadah Penguatan Karakter dan Prestasi Siswa

 


Tasikmalaya, Kegiatan Opening Ceremony Ajang Talenta Murid Tingkat Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026 resmi dilaksanakan pada Senin (4/5/2026) bertempat di SMP KHZ. Musthafa, Komplek Pesantren Sukamanah, Kecamatan Sukarame. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian perlombaan yang meliputi Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI), Festival dan Lomba Seni Sastra Siswa Nasional (FLS3N), serta Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang sekolah dasar tingkat Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya Drs. H. Ahmad Patoni, M.M., Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya H. Subhan Halili, S.E., beserta jajaran staf Seksi PAIS, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya H. Wandi Herpiandi, S.Pd., M.Si., Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan, unsur Muspika Kecamatan Sukarame, pengawas sekolah dan pengawas PAI, pengurus organisasi pendidikan, para kepala sekolah, guru pembimbing, serta peserta didik terbaik dari 39 kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya.

Ajang talenta murid tahun ini diikuti oleh total 1.638 peserta didik yang akan berlomba selama empat hari, mulai 4 hingga 7 Mei 2026. Perlombaan dilaksanakan di beberapa lokasi, yakni MAN 1 Tasikmalaya, SMA KHZ Musthafa, dan SMP KHZ Musthafa.

Dalam cabang Pentas PAI, sebanyak 936 siswa mengikuti delapan mata lomba, yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), Pildacil, kaligrafi, adzan, Lomba Cerdas Cermat (LCC), praktik salat, dan qosidah. Sementara itu, FLS3N diikuti 390 peserta dengan tujuh cabang lomba seni dan budaya, sedangkan OSN diikuti 312 siswa dalam delapan bidang kompetisi akademik.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai wadah pengembangan bakat, kreativitas, sekaligus pembentukan karakter peserta didik. Ia menilai ajang ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga sarana silaturahmi, evaluasi, dan pembinaan generasi muda agar memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan nilai-nilai keagamaan.

Beliau juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan karakter dan pendidikan agama dalam menghadapi tantangan generasi emas Indonesia tahun 2045. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, sikap moderat, dan kepedulian sosial yang baik.

Selain itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan bahwa Kementerian Agama terus berkomitmen memberikan pendampingan dan penguatan pendidikan agama di sekolah-sekolah sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang religius, toleran, dan berkarakter.

Sementara itu, Kepala Seksi PAIS Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, H. Subhan Halili, S.E., menyampaikan bahwa Pentas PAI menjadi salah satu ruang strategis dalam menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap nilai-nilai Islam sekaligus membangun mental percaya diri, kreativitas, dan sportivitas. Menurutnya, melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya didorong untuk berprestasi, tetapi juga belajar mengembangkan akhlak, kerja sama, serta semangat kompetisi yang sehat.

Beliau juga berharap kegiatan Pentas PAI mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kemampuan keagamaan yang baik sekaligus mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Selain sebagai ajang kompetisi, Pentas PAI diharapkan menjadi sarana pembinaan berkelanjutan dalam memperkuat identitas religius Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya melalui seremoni simbolis pembukaan kegiatan. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan tari kreasi dari para siswa dan iring-iringan defile peserta dari 39 kecamatan yang berlangsung meriah dan penuh semangat.

Melalui pelaksanaan Ajang Talenta Murid Tahun 2026 ini, diharapkan lahir generasi Kabupaten Tasikmalaya yang unggul dalam prestasi, kuat dalam karakter, serta mampu menjaga nilai-nilai religius dan budaya di tengah perkembangan zaman.

Selasa, 21 April 2026

Harmonisasi dalam Kebersamaan, Halal Bihalal Akbar Guru PAI Perkuat Sinergi Pendidikan Keagamaan di Kabupaten Tasikmalaya

 

Tasikmalaya, Dalam rangka mempererat tali silaturahim pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah sekaligus memperkuat sinergi antarpendidik, digelar kegiatan Halal Bihalal Akbar Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Tasikmalaya pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Harmonisasi dalam Kebersamaan, Membangun Sinergi Guru PAI” ini berlangsung di Masjid Agung Baiturrohman Kabupaten Tasikmalaya dan diikuti oleh 1.979 guru PAI dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari jenjang TK, SLB, SD, SMP, SMA, hingga SMK.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Tasikmalaya Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., perwakilan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Barat, unsur Dinas Pendidikan Kabupaten Tasikmalaya, serta Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya yang diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Dr. H. Asep Barhia, S.Ag., M.Pd.I. Turut hadir pula seluruh jajaran Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya.

Dalam sambutannya, Bupati Tasikmalaya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh guru PAI atas peran strategisnya dalam membentuk karakter, moral, dan akhlak generasi muda. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah, khususnya dalam aspek pembinaan karakter, tidak terlepas dari kontribusi nyata para guru PAI yang hadir langsung di tengah-tengah peserta didik. Guru PAI dipandang sebagai representasi pemerintah dalam membina nilai-nilai keagamaan di lingkungan pendidikan.

Lebih lanjut, Bupati juga menekankan pentingnya keteladanan sebagai metode utama dalam pendidikan. Menurutnya, penyampaian materi keagamaan harus diiringi dengan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari agar dapat diterima dan diteladani oleh peserta didik. Selain itu, guru PAI juga diharapkan mampu membangun komunikasi tidak hanya dengan siswa, tetapi juga dengan orang tua sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang utuh.

Dalam konteks perkembangan zaman, guru PAI juga didorong untuk berperan sebagai agen moderasi beragama. Hal ini dinilai penting untuk merespons dinamika sosial di era digital yang memungkinkan arus informasi berkembang sangat cepat. Guru PAI diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan yang moderat, inklusif, dan toleran, serta menghindarkan peserta didik dari pemahaman yang ekstrem.

Sementara itu, Kepala Seksi PAIS Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si., yang berhalangan hadir karena mengikuti kegiatan kedinasan di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat di Bandung, menyampaikan apresiasi dan pesan melalui perwakilan. Beliau menegaskan bahwa kegiatan Halal Bihalal ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah dan soliditas guru PAI lintas jenjang. Selain itu, beliau juga mendorong agar sinergi yang telah terbangun dapat terus ditingkatkan dalam rangka mendukung program-program penguatan pendidikan agama, termasuk peningkatan kompetensi guru dan penguatan literasi keagamaan

Kegiatan ini juga diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tasikmalaya, KH. Acep Tohir, yang mengajak seluruh peserta untuk menjadikan momentum Idulfitri sebagai sarana introspeksi diri sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas sebagai pendidik yang berakhlak dan berintegritas.

Acara ditutup dengan kegiatan musafahah antar peserta yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, serta dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Dzuhur berjamaah. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kebersamaan yang semakin erat serta terbangun sinergi yang kuat antar guru PAI dalam mewujudkan pendidikan agama yang berkualitas di Kabupaten Tasikmalaya.

Senin, 06 April 2026

Pertemuan KKG Kabupaten Tasikmalaya: Penguatan Peran Guru PAI dan Persiapan Pentas PAI 2026

 

Tasikmalaya, Kegiatan pertemuan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) jenjang Sekolah Dasar tingkat Kabupaten Tasikmalaya yang dirangkaikan dengan technical meeting Pentas PAI Tahun 2026 dilaksanakan pada Senin (6/4/2026) bertempat di SDN 2 Cimerah, Kecamatan Sukarame. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si., Kepala Seksi Kesiswaan SD Dinas Pendidikan, Ketua Pengawas PAI, pengurus Kelompok Kerja Guru (KKG), serta perwakilan guru PAI SD Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan ini tidak hanya membahas aspek teknis pelaksanaan Pentas PAI, tetapi juga menjadi forum strategis dalam penguatan peran, identitas, dan profesionalitas guru PAI. Dalam agenda kegiatan, selain pemaparan teknis lomba, juga disampaikan berbagai informasi kelembagaan KKG serta arah kebijakan pembinaan guru PAI ke depan.

Dalam arahannya, Kepala Seksi PAIS menekankan pentingnya memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh setiap guru PAI. Beliau mengingatkan bahwa eksistensi guru PAI harus terus diperkuat melalui kontribusi nyata, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat. Oleh karena itu, peran pengurus KKG dinilai sangat penting dalam mengidentifikasi potensi, membina, serta menggerakkan guru agar lebih aktif dan berkembang.

Lebih lanjut, disampaikan pula bahwa guru PAI perlu memiliki kesadaran dalam membangun citra positif, termasuk melalui pemanfaatan media sosial secara bijak. Penguatan akidah dan pemahaman moderasi beragama menjadi hal yang tidak terpisahkan, guna menjaga nilai-nilai toleransi serta menghindari stigma negatif terhadap daerah. Guru PAI diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai keseimbangan, kedamaian, dan sikap saling menghargai di lingkungan pendidikan.

Selain itu, guru PAI juga didorong untuk tidak berhenti pada zona nyaman, melainkan terus meningkatkan kompetensi dan kualitas diri. Status sebagai ASN maupun PPPK harus menjadi motivasi untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik, serta memberikan dampak nyata bagi peserta didik dan lingkungan sekolah. Penting pula adanya kesinambungan pembinaan peserta didik agar potensi yang dimiliki dapat berkembang hingga jenjang pendidikan berikutnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang kuat antara Kementerian Agama, Dinas Pendidikan, pengawas, serta komunitas guru PAI dalam meningkatkan mutu Pendidikan Agama Islam di Kabupaten Tasikmalaya. Selain sebagai ajang koordinasi persiapan Pentas PAI, kegiatan ini juga menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan guru PAI yang profesional, berintegritas, dan berdampak.



Popular Posts