Kamis, 05 Maret 2026

Berkasih Al-Qur’an di Bulan Ramadan, Guru PAI TK Kabupaten Tasikmalaya Ikuti Pendampingan TBQ Lanjutan

 


Kabupaten Tasikmalaya, Forum Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam Taman Kanak-Kanak (FKG PAI TK) Kabupaten Tasikmalaya menyelenggarakan kegiatan pendampingan Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) lanjutan bagi guru PAI jenjang TK pada Rabu, 5 Maret 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting tersebut mengusung tema “Berkasih Al-Qur’an di Bulan Ramadan: Mengaji dengan Cinta, Bahagia Sepanjang Usia.”

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 60 guru Pendidikan Agama Islam jenjang TK di Kabupaten Tasikmalaya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si., Ketua Pokjawas PAI, serta pengawas PAI jenjang TK.

Dalam sambutannya, Kepala Seksi PAIS menyampaikan bahwa program Tuntas Baca Al-Qur’an (TBQ) merupakan bagian dari tindak lanjut atas surat imbauan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat terkait optimalisasi pelaksanaan program TBQ. Program ini memiliki landasan kebijakan yang jelas dan menjadi salah satu prioritas dalam pembinaan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam.

Beliau juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus FKG PAI TK Kabupaten Tasikmalaya yang dinilai responsif dalam menindaklanjuti imbauan tersebut melalui penyelenggaraan kegiatan pendampingan bagi para guru. Menurutnya, inisiatif tersebut mencerminkan komitmen dan semangat para guru PAI dalam meningkatkan kompetensi diri, khususnya dalam penguatan kemampuan membaca Al-Qur’an.

Lebih lanjut disampaikan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan bagian dari identitas utama seorang guru PAI yang perlu terus dikembangkan dan diperkuat. Oleh karena itu, forum-forum profesional seperti FKG PAI dinilai memiliki peran penting sebagai ruang interaksi, berbagi pengalaman, serta saling melengkapi dalam meningkatkan kompetensi guru. Beliau juga mendorong para guru untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan pendidikan agama yang terbaik kepada peserta didik.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber, H. Yayan Ali Sopyana, S.Pd.I., yang juga merupakan guru PAI jenjang TK dan telah beberapa kali meraih prestasi dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Dalam sesi tersebut, narasumber menyampaikan materi terkait tajwid dan makharijul huruf serta memberikan contoh pembacaan Al-Qur’an yang kemudian diikuti oleh para peserta.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi pendampingan TBQ lanjutan. Pada sesi ini, para peserta dibagi ke dalam lima kelompok dengan masing-masing kelompok didampingi oleh seorang pendamping. Para guru diminta membaca Al-Qur’an secara bergiliran, kemudian pendamping memberikan penilaian serta masukan terhadap bacaan yang disampaikan.

Hasil penilaian dari pendampingan tersebut direncanakan akan menjadi dasar dalam menentukan langkah pembinaan lanjutan bagi para guru PAI di Kabupaten Tasikmalaya. Hal ini dilakukan sebagai upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas kompetensi membaca Al-Qur’an bagi guru PAI.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru Pendidikan Agama Islam semakin termotivasi untuk terus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an serta memperkuat peran mereka dalam membangun kualitas pendidikan agama di lingkungan sekolah.






Rabu, 04 Maret 2026

Kajian Ramadan Kemenag, Kepala Seksi PAIS: Momentum Meningkatkan Ketakwaan dan Introspeksi Diri

Kabupaten Tasikmalaya, Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya menggelar kegiatan Kajian Ramadan 1447 H pada Rabu (4/3/2026) di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh pegawai di lingkungan Kemenag Kabupaten Tasikmalaya serta disiarkan secara langsung melalui media sosial resmi Kemenag sehingga dapat diikuti oleh masyarakat secara lebih luas.

Pada kegiatan tersebut, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si, hadir sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum memperkuat keimanan, meningkatkan kualitas ibadah, serta melakukan introspeksi diri.

Beliau mengaitkan fenomena gerhana bulan yang terjadi pada awal Ramadan dengan pesan tauhid yang terkandung dalam Surah Fussilat ayat 37. Peristiwa alam tersebut dipandang sebagai pengingat bagi manusia tentang kebesaran dan kekuasaan Allah SWT serta menjadi sarana untuk memperkuat kesadaran spiritual.

Lebih lanjut disampaikan bahwa terdapat beberapa komitmen tauhid yang perlu ditanamkan dalam diri setiap manusia. Pertama, keyakinan bahwa Allah merupakan Maha Pencipta dan Maha Kuasa atas seluruh alam semesta. Segala sesuatu yang ada di dunia diciptakan dengan tujuan tertentu, sehingga keberadaan makhluk menunjukkan adanya Sang Pencipta. Kedua, kesadaran bahwa seluruh ciptaan merupakan makhluk Allah yang harus tunduk dan patuh terhadap ketentuan-Nya.

Selain itu, manusia juga diingatkan untuk meneladani ketaatan makhluk ciptaan Allah seperti matahari dan bulan yang senantiasa tunduk pada ketentuan-Nya. Hal tersebut menjadi pelajaran bagi manusia untuk menumbuhkan sikap tawadu serta kesadaran untuk senantiasa berdoa dan bersyukur atas segala nikmat yang diberikan. Komitmen lainnya adalah meneguhkan keesaan Allah dengan menjalankan perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.

Dalam kajian tersebut juga disampaikan beberapa hikmah dari Surah Fussilat ayat 37, di antaranya pentingnya melakukan introspeksi diri serta menjauhi sifat iri dan dengki dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, bulan Ramadan dipandang sebagai fasilitas yang Allah berikan kepada umat manusia untuk memperbaiki diri melalui peningkatan amal ibadah.

Peserta kajian juga diajak untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, melaksanakan shalat malam, serta meningkatkan sedekah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT. Sedekah tidak hanya terbatas pada harta, tetapi juga dapat dilakukan melalui tenaga maupun berbagai bentuk kebaikan lainnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam diri manusia terdapat beberapa unsur penting, yaitu nafsu, syariat, dan akal. Ketiganya perlu dikelola secara seimbang agar manusia mampu mengendalikan dorongan nafsu serta menjalani kehidupan sesuai dengan tuntunan syariat.

Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesehatan lahiriah dan batiniah selama menjalankan ibadah puasa. Kesehatan spiritual dinilai perlu terus dilatih agar kualitas keimanan seseorang meningkat dari waktu ke waktu.

Mengacu pada Surah An-Nahl ayat 97, dijelaskan bahwa Allah tidak membedakan manusia berdasarkan jenis kelamin dalam hal kesempatan melakukan kebaikan. Setiap manusia memiliki derajat yang sama untuk melakukan amal saleh, terlebih pada momentum bulan Ramadan yang penuh keberkahan.

Selain itu, penting bagi setiap individu untuk memiliki manajemen waktu yang baik selama Ramadan, termasuk memanfaatkan waktu-waktu mustajab seperti menjelang berbuka puasa dan saat sahur untuk memperbanyak doa dan ibadah.

Sebagai bagian dari refleksi spiritual, disampaikan pula enam kecerdasan yang dapat menjadi tolak ukur seseorang dalam mencapai ketakwaan melalui ibadah puasa, yaitu kecerdasan naturalistik, interpersonal, sosial, eksistensial, spiritual, dan intelektual. Keenam aspek tersebut dapat menjadi sarana evaluasi diri untuk melihat sejauh mana perubahan positif yang terjadi dalam diri selama menjalani ibadah Ramadan.

Melalui kegiatan kajian Ramadan ini, diharapkan seluruh pegawai Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya dapat memanfaatkan momentum bulan suci untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat spiritualitas, serta memperbanyak amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.


 

Selasa, 24 Februari 2026

Kemenag Tasikmalaya Sosialisasikan Juknis TPG 2026 dan Bagikan Rekening Guru PAI Lulusan PPG Daljab Batch 2 Tahun 2024

 


Kabupaten Tasikmalaya, Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya melalui Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS) melaksanakan kegiatan sosialisasi petunjuk teknis (juknis) Tunjangan Profesi Guru (TPG) Tahun 2026 sekaligus pembagian rekening bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan LPTK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Batch 2 Tahun 2024. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 24 Februari 2026, di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Drs. H. Ahmad Patoni, M.M., Kepala Seksi PAIS Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si., beserta jajaran staf Seksi PAIS. Sebanyak 393 guru PAI lulusan PPG Dalam Jabatan turut hadir mengikuti kegiatan sosialisasi dengan penuh antusias.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh guru yang telah berhasil menyelesaikan program Pendidikan Profesi Guru. Beliau menilai keberhasilan tersebut merupakan capaian penting dalam meningkatkan kualitas profesionalisme guru.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tasikmalaya menyampaikan bahwa kelulusan PPG merupakan prestasi yang patut disyukuri karena tidak semua guru memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti dan menyelesaikannya. Beliau juga menjelaskan bahwa setelah proses administrasi sesuai ketentuan petunjuk teknis dipenuhi, para guru akan menerima pencairan Tunjangan Profesi Guru pada tahun 2026. Menurutnya, tunjangan profesi bukan sekadar tambahan penghasilan, tetapi merupakan bentuk penghargaan negara terhadap profesionalitas guru. Oleh karena itu, para guru diharapkan terus meningkatkan kompetensi, menjaga etika profesi, serta memberikan keteladanan kepada peserta didik di sekolah masing-masing.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Akhmad Buhaiti, menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dan mengikuti kegiatan sosialisasi dengan tertib. Beliau menegaskan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk memastikan seluruh guru memahami mekanisme dan persyaratan administrasi yang harus dipenuhi dalam proses pencairan TPG.

Beliau juga menjelaskan bahwa jumlah peserta yang mengikuti sosialisasi juknis TPG Tahun 2026 mencapai 393 orang yang merupakan lulusan PPG Dalam Jabatan LPTK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Batch 2 Tahun 2024. Melalui kegiatan ini, para guru diharapkan dapat memahami secara utuh prosedur administrasi sehingga tidak terjadi kesalahan yang dapat menghambat proses pencairan tunjangan.

Lebih lanjut, Kepala Seksi PAIS kembali menegaskan pentingnya komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam. Guru PAI diharapkan tidak hanya menjalankan tugas mengajar, tetapi juga terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan serta memberikan kontribusi nyata bagi penguatan karakter religius peserta didik.

Setelah kegiatan pembukaan dan sosialisasi juknis selesai, acara dilanjutkan dengan pembagian rekening bagi para guru penerima TPG. Untuk menjaga ketertiban dan efektivitas pelayanan, pembagian rekening dilakukan dalam empat sesi. Sesi pertama dilaksanakan pada Selasa pagi dengan jumlah 116 peserta, dilanjutkan Selasa siang sebanyak 101 peserta, kemudian Rabu pagi sebanyak 91 peserta, dan Rabu siang sebanyak 85 peserta.

Pembagian sesi ini dilakukan sebagai upaya menjaga kenyamanan peserta serta menghindari antrean panjang, terlebih kegiatan dilaksanakan dalam suasana bulan Ramadan sehingga pengaturan waktu menjadi pertimbangan penting agar peserta tidak mengalami kelelahan.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya berharap para guru PAI semakin memahami ketentuan teknis pencairan Tunjangan Profesi Guru Tahun 2026 sekaligus semakin termotivasi untuk meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pendidik di lingkungan sekolah.

Popular Posts