Tasikmalaya, Dalam rangka mempererat
tali silaturahim pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah sekaligus memperkuat
sinergi antarpendidik, digelar kegiatan Halal Bihalal Akbar Guru Pendidikan
Agama Islam (PAI) Kabupaten Tasikmalaya pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan yang
mengusung tema “Harmonisasi dalam Kebersamaan, Membangun Sinergi Guru PAI” ini
berlangsung di Masjid Agung Baiturrohman Kabupaten Tasikmalaya dan diikuti oleh
1.979 guru PAI dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari jenjang TK, SLB,
SD, SMP, SMA, hingga SMK.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh
Bupati Tasikmalaya Dr. H. Cecep Nurul Yakin, S.Pd., M.AP., perwakilan Kantor
Cabang Dinas Pendidikan Wilayah XII Provinsi Jawa Barat, unsur Dinas Pendidikan
Kabupaten Tasikmalaya, serta Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya yang
diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Dr. H. Asep Barhia, S.Ag., M.Pd.I.
Turut hadir pula seluruh jajaran Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS)
Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya.
Dalam sambutannya, Bupati
Tasikmalaya menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh guru PAI atas peran
strategisnya dalam membentuk karakter, moral, dan akhlak generasi muda. Ia
menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah, khususnya dalam aspek pembinaan
karakter, tidak terlepas dari kontribusi nyata para guru PAI yang hadir
langsung di tengah-tengah peserta didik. Guru PAI dipandang sebagai
representasi pemerintah dalam membina nilai-nilai keagamaan di lingkungan
pendidikan.
Lebih lanjut, Bupati juga menekankan
pentingnya keteladanan sebagai metode utama dalam pendidikan. Menurutnya,
penyampaian materi keagamaan harus diiringi dengan contoh nyata dalam kehidupan
sehari-hari agar dapat diterima dan diteladani oleh peserta didik. Selain itu,
guru PAI juga diharapkan mampu membangun komunikasi tidak hanya dengan siswa,
tetapi juga dengan orang tua sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang
utuh.
Dalam konteks perkembangan zaman, guru PAI juga didorong untuk berperan sebagai agen moderasi beragama. Hal ini dinilai penting untuk merespons dinamika sosial di era digital yang memungkinkan arus informasi berkembang sangat cepat. Guru PAI diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai keagamaan yang moderat, inklusif, dan toleran, serta menghindarkan peserta didik dari pemahaman yang ekstrem.
Sementara itu, Kepala Seksi PAIS
Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya Dr. H. Akhmad Buhaiti, S.Ag., M.Si.,
yang berhalangan hadir karena mengikuti kegiatan kedinasan di Kantor Wilayah
Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat di Bandung, menyampaikan apresiasi dan
pesan melalui perwakilan. Beliau menegaskan bahwa kegiatan Halal Bihalal ini
menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah dan soliditas guru PAI lintas
jenjang. Selain itu, beliau juga mendorong agar sinergi yang telah terbangun
dapat terus ditingkatkan dalam rangka mendukung program-program penguatan
pendidikan agama, termasuk peningkatan kompetensi guru dan penguatan literasi
keagamaan
Kegiatan ini juga diisi dengan
tausiyah yang disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten
Tasikmalaya, KH. Acep Tohir, yang mengajak seluruh peserta untuk menjadikan
momentum Idulfitri sebagai sarana introspeksi diri sekaligus memperkuat
komitmen dalam menjalankan tugas sebagai pendidik yang berakhlak dan
berintegritas.



.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)